Balita Vegetarian, Mungkinkah?

Pola hidup vegetarian makin banyak diadopsi manusia modern saat ini dengan beragam alasan. Mulai dari diet sehat hingga solidaritas kepada hewan. Jika orang tua vegetarian, bagaimana penerapannya pada balita? Apakah bisa seorang balita menjadi vegetarian?

Vegetarian dibagi dalam beberapa jenis. Vegetarian okto berarti masih mengonsumsi telur ayam, dan vegetarian lakto berarti masih minum susu sapi dan turunannya. Adapun vegan, sama sekali tidak makan daging bernyawa, susu dan telur serta produk turunannya. Bagaimana penerapannya kepada anak?

Balita Vegetarian

Balita masih dalam masa emas pertumbuhan. Menjadi vegetarian atapun tidak, yang penting penuhi kebutuhan gizi anak. Anak balita membutuhkan lemak dan kalori. Pilih makanan yang kaya energi namun rendah lemak jenuh. Misalnya, minyak zaitun yang dipadukan dengan pasta. Adapun kebutuhan vitamin B12 umumnya hanya terdapat pada produk hewani, mulai dari susu, yoghurt, daging sapi, daging ayam, ikan-ikanan serta keju. Bagi balita vegetarian, vitamin B12 bisa ditemui pada tempe. Karena itu tempe kini berkembang menjadi pangan dunia dan pilihan kaum vegetarian di seluruh dunia.

Jika Anda memutuskan membesarkan anak dengan pola vegetarian, pastikan ia mendapatkan asupan sayuran dan buah dalam jumlah besar. Mulai dari brokoli, kacang panjang, bahkan labu kuning atau kabocha. Tampilkan dalam variasi makanan yang menarik, mulai dari steik tempe hingga burger sayuran. Jangan lupa untuk terus memantau tumbuh kembang si kecil. Sah-sah saja menerapkan pola makan vegetarian pada balita, namun sebaiknya tidak memaksakan diri. Pastikan kalorinya cukup untuk aktivitas sehari-hari dan tumbuh kembangnya. balita-vegetarian-mungkinkah

Pola vegetarian bisa berbahaya bagi balita jika orang tua tidak memperhatikan kebutuhan kalori si kecil. Sebab biasanya, balita masih pilah pilih makanan. Pilihan menu vegetarian cenderung terbatas, karena itu Anda yang harus rajin menyajikan variasan makanan.

Jika balita bisa mengonsumsi telur dan susu dan tidak menunjukkan reaksi alergi dan intoleran, ada baiknya memperluas opsi makanan bagi balita. Misalnya, dengan menambahkan kaldu daging ayam dan irisan ayam pada sup. Balita vegetarian pun bisa terjebak pada obesitas akibat kelebihan asupan makanan yang mengandung karbohidrat dan gula tinggi.