All About Online

Apa Itu Makar dan Kudeta, Serta Sejarahnya

0

Istilah makar  pada periode belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama saat suhu politik mulai memanas karena adanya Pemilu dan Pilpres.  Bahkan ada sejumlah orang yang dinilai melakukan makar sehingga diamankan oleh pihak berwajib. Sebenarnya apa itu makar ? Lalu perbuatan apa yang tergolong makar. Lalu apa itu kudeta ? Apakah berbeda atau sama dengan makar. Berikut ini akan dijelaskan dengan gamblang apa itu makar dan kudeta, serta sejarahnya.

MAKAR

Pengertian Makar

Apa itu makar ? pengertian makar di sini akan diambil dari beberapa sumber, yaitu :

  • Dari Bahasa Belanda

Jika ditilik dari bahasa Belanda, makar berasal dari kata “Aanslag”. Yang berarti  serangan, sinonim dari “Aanslag” adalah “Aanval”. Arti kata “Aanval” adalah suatu penyerangan bertujuan tidak baik ( Misdadige aaranding).

  • Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah makar bermakna :1. akal busuk; tipu muslihat; 2 perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang, dan sebagainya; 3 perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah.

  • Menurut Kitab KUHP

Kitab Undang-undang Hukum Pidana menganggap makar sebagai kejatahan terhadap keamanan negara, khususnya pada poin di pasal 104, 107 dan 108, dengan ancaman hukuman mati. Pasal-pasal ini mengatur pidana kejahatan terhadap presiden dan wakilnya, dan juga ancaman pidana terhadap para penggerak makar.

  • Menurut guru besar hukum pidana, Profesor Hibnu Nugroho

Profesor Hibnu Nugroho menyampaikan kata ‘makar’ yang aslinya dari bahasa Arab, yaitu makron, masdar, yang berarti menipu, memerdaya, membujuk, mengkhianati, mengelabui, perbuatan makar,”

Apa Itu Makar dan Kudeta, Serta Sejarahnya

Perbuatan yang tergolong makar

Setiap orang tentu memiliki pendapat dan terkadang tidak puas dengan kebijakan pemerintah. Maka di situlah seseorang sudah mulai mengkritik pemerintah. Apakah mengkritik termasuk perbuatan makar, sebenarnya bagaimana kategori seseorang melakukan makar, berikut ini adalah penjelasannya.

Seseorang disebut makar bila ada unsur :

  • Rencana / maksud untuk membunuh, merampas kemerdekaan, atau mengenyahkan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden dalam memerintah. (dihukum mati atau penjara seumur hidup atau penjara + 20 tahun)
  • menggulingkan pemerintah, melawan Pemerintah Indonesia dengan senjata. (penjara + 15 tahun)
  • Memimpin pemerontakan (penjara + 20 tahun).

Merujuk pada  puluhan kasus makar yang terbukti di pengadilan, sesuatu dapat dikatakan makar dalam hukum apabila memenuhi dua syarat mutlak yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan rencana.

KUDETA

Setelah mengetahui arti kata makar, bagaimana dengan kudeta ? Apa itu kudeta, apakah sama dengan makar. Berikut ini adalah penjelasannya.

Pengertian Kudeta

pengertian kudeta menurut KBBI ialah: perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa. Bila kedua istilah ini, baik makar ataupun kudeta disejajarkan, artinya hampir sama yakni sebagai (salah satunya) perbuatan atau usaha menjatuhkan pemerintah yang sah.

Namun dapat disimpulkan pula bahwa perbedaan makar dan kudeta adalah bila kudeta lebih merujuk pada istilah politik sementara makar merujuk pada istilah hukum. Jadi, intinya adalah sama hanya penempatan penggunaan istilahnya saja dalam delik yang berbeda.

Jenis-jenis Kudeta

Sejumlah tindakan kudeta  pernah menghampiri perjalanan sejarah Indonesia. Alasannya beragam, dari menginginkan kekuasaan, motif dendam, sampai menginginkan pergantian pemimpin. Jelasnya, kudeta memang pernah terjadi di Indonesia dalam beragam bentuk. Ada beberapa jenis kudeta berdasrkan motifnya yaitu kudeta sempalan, kudeta wali, dan kudeta veto.

  • Kudeta Sempalan dilakukan oleh tentara yang bertujuan menggulingkan pemerintah tradisional untuk menciptakan birokrasi elit yang baru.
  • Kudeta wali biasanya dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan untuk ketertiban umum dan cenderung mengubah pemerintahan sipil ke pemerintahan militer.
  • Yang terakhir adalah kudeta veto, yaitu kudeta yang melibatkan partisipasi rakyat secara masal dan masive untuk melakukan penekanan terhadap pemerintahan sah. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan paksa pemerintah sah saat itu. Contoh kudeta jenis ini adalah Presiden Soeharto yang dituntut mundur pada masa reformasi 1998.

SEJARAH MAKAR DAN KUDETA DI INDONESIA

Kudeta Masa Kerajaan

Jejak kudeta di Indonesia sudah tercatat sejak zaman kerajaan. Berikut rangkuman sejarah kudeta pada zaman kerajaan :

  • kudeta Ken Arok untuk merebut kekuasaan Tunggul Ametung di Tumapel (1222).
  • Pemberontakan Kuti kepada Raja Jayanegara di Majapahit (1319). Di sinilah Gajah Mada menjadi patih karena berhasil memberantas pemberontakan ini.
  • Kudeta oleh Aria Penangsang (1549) terhadap Kesultanan Demak.

Kudeta Masa Penjajahan

Tidak hanya pada jaman kerajaan, pada saat jaman VOC datang ke Indonesia, juga terdapat beberapa peristiwa yang terindikasi kudeta , yaitu :

  • Kudeta Kapitan Jonker melawan VOC ( 1689)
  • Kudeta Pieter Erbeveld terhadap VOC ( 1721)
  • Kudeta kelompok Nani Wartabone di Gorontalo terhadap Hindia-Belanda (23 Januari 1942)
  • Kudeta orang Jerman terhadap Belanda di Nias ( 29 Maret 1942)

Baca Juga : Apa Itu Integritas dan Contohnya

Kudeta Setelah kemerdekaan

  • Kudeta Reymond Westerling dalam usaha pembunuhan Presiden Soekarno di Jakarta (23 Januari 1950)
  • Kudeta G30 S PKI oleh Letkol Untung, walau gerakan ini terkesan tak tentu arah dan tidak bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno, namun gerakan ini bertanggung jawab atas terbunuhnya para petinggi Angkatan Darat dan para Jendral (30 September 1965). Kekacauan ini berhasil diatasi oleh Letjen Suharto yang mengantongi Supersemar dan tak lama menjadi presiden RI yang ke-2. Walau ada perbedaan pandangan tentang keabsahan supersemar, namun Suharto telah diangkat oleh MPRS  sebagai presiden baru kala itu ( 1967)

Isu makar di era reformasi

Pada era reformasi yang serba wawasan berbasis online, belakangan ini khususnya sedang hangat-hangatnya istilah makar mencuat, berikut contoh kasus yang dikategorikan makar, yaitu :

  1. kasus makar tentang peristiwa 313 di Jakarta sehingga membuat Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dilaporkan ke Pengadilan Internasional pada bulan Maret 2017 lalu.
  2. Penangkapan bebrapa tokoh, jelang aksi bela Islam III, yang terdiri dari Ahmad Dhani, Eko Suryo Santjojo, Adityawarman, Kivlan Zein, Firza Husein, Rachmawati Soekarnoputeri, Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Rizki Kobardi dan Jamran atas tuduhan pasal 107 jo 110 dan jo 87 tentang permufakatan jahat untuk makar, Pasal 28 Undang-Undang ITE dan Pasal 207 tentang penghinaan terhadap penguasa atau presiden.

Demikian penjelasan tentang apa itu makar dan kudeta beserta sejarahnya.  Peristiwa ini telah mewarnai bumi pertiwi dari jaman ke jaman. Walaupun di masa reformasi tindakannya tidak ekstrim seperti pada masa kemerdekaan, namun sikap-sikap non nasionalism dan terindikasi menentang pemerintahan segera  diantisipasi. Berpendapat tidak dilarang namun etika dan tata susila dalam berpendapat harus diperhatikan sehingga tidak berbuntut pada dugaan tindakan ujaran kebencian.

Leave A Reply

Your email address will not be published.